Pengertian Ilmu Shorof

Pengertian Ilmu Shorof Secara Lengkap

 

Apa itu ilmu Shorof

 

Dalam mempelajari bahasa Arab tentu kita akan menemui kata-kata yang memiliki kesamaan huruf maupun harokat, Susunan kata-katanya pun hampir sama dan saling serupa, namun dalam ketika diperhatikan lebih mendalam ternyata memiliki makna dan penggunaan yang berbeda-beda. bagi kalangan yang menekuni dan mendalami bahasa arab tentu tidak asing dengan fenomena yang demikian, karena hal tersbut sudah menjadi santapaan pasti dan tidak terpisahkan. Tidak salah lagi, hal tersebut adalah salah satu pembahasan yang dijelaskan oleh Ilmu shorof.

 

Pengertian Ilmu Shorof Secara Bahasa Dan Istilah

 

Dalam kitab al-Qowa’id ash-Shorfiyah disebutkan bahwa

اعلم أن الصرف أم العلوم و النحو أبوها

“Ketahuilah nahwa Shorof adalah ibunya ilmu, sedangkan Nahwu bapaknya”

Dalam ungkapan diatas menggambarkan bahwa Shorof adalah ibu atau induk yang melahirkan banyak varian kata dari akar kata . sedangkan Nahwu adalah ayah yang menunjukan bahwa Nahwu adalah pemelihara dalam penggunaan kata-kata tersebut.

 

1. Secara bahasa

 

Secara bahasa shorof diambil dari kata (صرف-يصرف) yang memiliki arti memindahkan, merubah, membelanjakan, dan memalingkan. Kata shorof didalam al-Qur’an juga beberapa kali disebutkan dengan berbagai macam arti, sebagai contoh Allah berfirman didalam QS. Al-Furqon ayat 50

ولقد صرفناه بينهم ليذكروا

Dan sesungguhnya kami telah mempergilirkan hujan itu kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”

dalam ayat tersebut kata shorofa memiliki arti membagikan atau mempergilirkan. Di QS. Al-Baqoroh ayat 164  Allah juga berfirman

وتصريف الرياح…..

“Dan dia (Allah) menggerakan angin”

Dalam ayat di atas kata shorofa memiliki arti menggerakan.

 

2. Secara istilah

 

Adapun pengertian shorof secara terminologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang bentuk dan  keadaan suatu kata dalam bahasa arab yang mencakup didalamnya jumlah huruf dan harakatnya serta menjelaskan tentang perubahan dalam kata tersebut untuk menhadikan bentuk kata yang lain dengan makna yang berbeda.

Al-Ghulayaini dalam kitabnya al-Jami’ ad-Durus al-Arabiyah menyebutkan bahwa ilmu Shorof adalah ilmu tentang asal-usul kata yang denganya dapat diketahui bentuk-bentuk dari kata-kata bahasa dan keadaanya yang banyak membahas berbagai kata dari sisi tashrif, i’lal, idghom dan pergantiaan huruf. Lebih mudahnya Ilmu shorof adalah ilmu yang mempelajari akar kata dalam bahasa arab dan perubahan-perubahanya.

 

Sejarah Ilmu Shorof

 

Berbeda dengan ilmu Nahwu yang telah diketahui bahwa Abu al-Aswad ad-Du’ali adalah peletak dasar keilmuan pertama. Ilmu shorof tidak diketahui secara pasti tentang siapa orang yang pertama kali meletakan dasar-dasar di dalamnya. Hal tersebut dikarenakan minimnya informasi yang menjelaskan secara terperinci. Namun banyak penjelasan dari para ulama’ baik ulama’ klasik maupun kontemporer bahwa ilmu shorof bukanlah ilmu yang berdiri sendiri akan tetapi masih satu rumpun dengan ilmu nahwu dan tidak dibedakan satu sama lainya. Sehingga perkembangan ilmu shorof dan ilmu nahwu pun dianggap berbarengan dan berkesinambungan, maka diawal pekembanganya ilmu shorof bisa disebut juga dengan ilmu nahwu.

 

Pengertian Ilmu Shorof Menurut Para Ahli

Dalam beberapa catatan, ulama’ yang pertama kali meletakan dasar dasar ilmu shorof adalah sahabaat Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Kafiyaji (W. 911). Pendapat yang lain diterangkan oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi, beliau menyebutkan bahwa peletak pertama ilmu shorof adalah Mu’adz bin Al-Harra (W. 187). Pendapat lain juga menyebutkan bahwa dasar-dasar ilmu shorof dan pembahasanya telah dituliskan oleh Imam Abu Bisyr Amr bin Utsman bin Qanbar atau lebih dikenal dengan Imam Sibawaih.

Sedangkan Ulama yang pertama kali menulis ilmu shorof dalam tulisan atau kitab tersendiri adalah al-Imam Abu Utsman Al-Mazini (W.247)  dalam kitabnya yang berjudul At-Tashrif, yang kemudian kitab tersebut disyarah oleh Al-Imam Ibnu Jinni (W. 392). Perkembangan ilmu Shorof tersebut terus berlanjut dan mengalami banyak perkembangan hingga Imam Ibnu al-Hajib (W. 646) menulis kitab asy-Syafiyah yang menjadikan ilmu shorof benar benar terpisah dan menjadi disiplin ilmu tersendiri diluar ilmu Nahwu, meskipun tidak bisa dipisahkan seutuhnya karena memang dalam mempelajari bahasa arab kedua ilmu tersbut sangat erat berhubungan.

 

Kitab-kitab Shorof

Kitab-kitab yang membahas tentang ilmu Shorof sangat banyak macam dan jenisnya, baik itu kitab-kitab yang ditulis oleh ulama’ klasik maupun kontemporer, ulama’ nusantara maupun ulama timur tengah. Adapun kitab-kitab yang sering dikaji, terutama oleh pelajar yang mendalami bahasa arab, terkhusus ilmu shorof adalah kirab-kitab berikut :

  1. Kitab Mabahits Fii al-Ilmi ash-Shorfi karya Dr. Ibrahim Muhammad Abdullah
  2. Kitab Al-Basith fi ash- Shorfi Karya Abdur Razaq Ali Ahmad al-Mulahy
  3. Kitab Ash-Sharfu al-Kaafi Karya Ayman Amiin Abdul Ghani
  4. Kitab Ash-Sharfii at-Ta’limi wa at-Tathbiq fi al-Qur’ani al-Karim Karya Mahmud Sulaiman Yaqut
  5. Kitab Qowa’id al-I’lal fi ash-sharfi karya Syaikh Mundzir Nadzir
  6. Kitab Al-Amtsilah at-Tashrifiyah karya Muhammad Ma’shum bin Ali bin Abdul Muhyi
  7. Kitab al-Maqshud karya Ahmad bin Abdurrahim ath-Thanthawi

 

Penutup

Tidak ada perbedaan diantara para ulama’ bahwa dalam bahasa Arab ilmu Shorof menjadi salah satu pondasi dan unsur penting yang harus dipelajari dan dikuasai. Terlebih untuk memahami syari’at-syari’at Islam dan mencari sumber-sumber ilmu keislaman yang kebanyakan redaksinya menggunakan bahasa arab. Maka dari itu,  ilmu shorof dan begitu juga ilmu nahwu sangat penting untuk dipelajari, karena dengan kedua ilmu tersebut kita bisa memahami bahasa arab secara meyeluruh. Wallahu A’lam bi ash-Shawab