Breaking News
Pengertian Kalam
Pengertian Kalam

Pengertian Kalam (الكَلَامُ) dalam Ilmu Nahwu Dan 3 Contohnya

Pengertian Kalam

Pengertian kalam dalam ilmu nahwu adalah setiap sesuatu yang didalamnya terkandung empat perkara. Empat perkara tersebut adalah ucapan ( lafadz ), tersusun ( murokkab ), mufid ( memberi faedah ), dan bil wadl’i ( dengan bahasa arab ).
Hal ini sebagaimana dikutib dari penjelasan kitab Jurumiyah:
الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع
Artinya:
“Kalam adalah lafadz yang tersusun yang memberi faidah dengan menggunakan bahasa arab.”
Klik Link ini untuk membaca artikel lebih dalam mengenai matan jurumiyah
Untuk memahami penjelasan kalam dalam ilmu nahwu kita perlu memahami apa itu lafadz, murokkab, mufid dan bil wadl’i.
Karena dengan memahami empat kaedah utama dari penjelasan kalam, maka kita akan mengerti makna apa itu kalam dalam bahasa arab.

Pengertian Empat Unsur Pendiri Kalam

1. Lafadz

Pengertian lafadz dalam ilmu nahwu adalah setiap segala suara / ucapan yang mengandung huruf hijaiyah.

Jadi jika kita mengucapkan setiap kata dalam bahasa arab, maka itu bisa dimasukkan dalam kategori lafadz.

Contoh apa yang dimaksud lafadz misalnya kita menyebutkan kalimat buku dalam bahasa arab “kitaabun” (كتاب), “masjidun” (مسجد) dan “Zaidun” (زيد).

Contoh setiap kalimat diatas adalah contoh dari LAFADZ dalam bahasa arab.
Kemudian yang membedakan suara-suara yang ada dengan lafadz adalah jika suara-suara tersebut tidak berasal dari bahasa arab maka bukan disebut dengan lafadz.
Contohnya adalah suara burung, suara air hujan, suara anak menangis yang tidak mengandung huruf arab maka itu tidak bisa dimasukkan kedalam kategori lafadz.
Dan setiap apa saja yang tidak termasuk dalam lafadz, maka tidak termasuk dalam ( kalam )

Pembagian Lafadz

Pembagian lafadz ada dua pembagian, yang pertama adalah lafadz muhmal dan yang kedua adalah lafadz musta’mal.

  • 1. Lafadz Muhmal
Lafadz muhmal, adalah lafadz yang tidak ada manfaatnya. Yakni ucapan lisan yang mengandung huruf hijaiyahtapi tidak ada manfaatnya dan tidak ada arti dari ucapan tersebut.
  • Contoh lafadz muhmal

Sebagai contoh jika kita mengucapkan kalimat ( bababababalalalala ) ببببببببللللللل . Jika kita mengucapkan kalimat tersebut kita mengetahui bahwa kalimat tersebut terdiri dari huruf hijaiyah, akan tetapi tidak ada maknanya, maka kalimat tersebut termasuk dalam lafadz muhmal

Ucapan tersebut termasuk lafadz karena merupakan suara lisan yang mengandung huruf hijaiyah. Hanya saja, lafadz tersebut tergolong lafadz muhmal, karena tidak dipakai dan tidak pula memiliki makna.
  • 2. lafadz Musta’mal
Lafadz musta’mal, adalah lafadz yang berguna dan ada manfaatnya, yakni setiap ucapan lisan yang mengandung huruf hijaiyah dan digunakan oleh banyak orang. Contohnya lafadz “kitaabun” (كتاب), “masjidun” (مسجد) dan “Zaidun” (زيد).
Lafadz-lafadz tersebut biasa dipakai oleh masyarakat umum dalam percakapan, lafadz “kitaabun” dipakai orang untuk menunjukan arti buku dalam bahasa arab. Dan “Masjidun” sebagai arti dari tempat sujud beribadah dalam bahasa arab. Dan “Zaidun” Sebagai penjelasan dari sebuah nama.

2. Murakkab (Tersusun)

Pengertian Murokkab adalah sebuah lafadz yang tersusun. Maksud tersusun adalah terdiri dari 2 lafadz atau lebih. Minimal sebuah lafadz bisa disebut murokkab jika terdiri dari 2 susunan lafadz.
Jika syarat ini tidak terpenuhi maka sebuah lafadz tidak bisa disebut murokkab, misal ada sebiah lafadz yang tersusun dari 1 lafadz saja. Maka lafadz tersebut tidak bisa disebut sebagai kalimat yang murokkab, atau lafadz yang murokkab.
Contoh murakkab:
عمر قَائِمٌ
Artinya: “Umar  adalah yang berdiri”
Kalimat “Umarun qoimun” (عمر قَائِمٌ) merupakan murakkab karena tersusun dari dua kata, yakni kata عمر dan kata قائم.
Apabila hanya عمر saja atau قائم saja, maka itu bukan murakkab karena tidak tersusun. Dan jika bukan murakkab, maka tidak bisa disebut kalam.
Yang menjadi syarat kalam merupakan murokkab isnady, bukan murokkab tarkib najzi dan murokkab idlofy. ( pembahasan mengenai semua murokkab insha allah akan dibahas di pembahasan khusus )

3. ( المفيد ) Mufid (Memberi Faidah)

 

Pengertian mufid adalah setiap lafadz yang memberikan faedah, maksud memberikan faedah disini adalah jika diucapkan oleh seseorang, maka pendengar dari ucapan tersebut memahami lafadz tersebut.

Sehingga orang yang mendengar ucapan tersebut tidak mempertanyakan maksud dari ucapan tersebut dan langsung memahaminya.

Contoh mufid :

عمر قَائِمٌ
Artinya: “umar adalah yang berdiri”
Ucapan di atas mufid. Karena sudah memberikan makna dengan susunan sempurna.
Contoh ucapan yang tidak mufid:
اِنْ قَامَعمر
Artinya: “Jika umar  berdiri,”
Ucapan di atas tidak mufid karena tidak memberikan makna sempurna. Sebab dalam ucapan tersebut terkandung kata “in” (ْاِن) yang artinya “jika”. Dimana “in” termasuk huruf syarat yang membutuhkan jawab. Biasanya jawabnya memiliki arti “maka”.
Sedangkan di sini jawabnya tidak ada. Sehingga maknanya menjadi nanggung. Orang yang mendengar ucapan tersebut akan penasaran dan tidak nyaman.
Oleh karena itu lafadz اِنْ قَامَ عمر tidak mufid, sehingga tidak bisa disebut kalam.

4. Bil Wadl’i

Adapun bil wadh’i (بالوضع) sebagian ulama menafsirkannya dengan maksud (بالقصد). Maka perkataan orang yang tidur dan lengah/lalai tidak dinamakan kalam menurut ulama nahwu. Sebagian lain menafsirkan dengan bahasa Arab (العربي) maka perkataan orang ‘ajam/non Arab seperti Turki, Barbar tidak dinamakan kalam menurut ulama nahwu.
Berikut ini contoh kalam yang sudah memenuhi empat syarat (Berupa lafadz, murakkab, mufid dan bil wadl’i) adalah sebagai berikut:
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Artinya, “Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.”
Ucapan di atas merupakan kalam karena sudah memenuhi 4 syarat, yakni (1) lafadz, berupa ucapan yang mengandung huruf hijaiyyah, (2) murakkab, karena tersusun dari beberapa kata, (3) mufid, karena memberi faidah berupa makna sempurna, dan (4) bil wadl’i, berupa bahasa arab.
Soal-Soal latihan:
1. Apakah ucapan di bawah ini kalam? Sebutkan alasannya!
الصلاة عماد الدين
“Shalat adalah tiangnya agama”
2. Apakah ucapan di bawah ini kalam? Sebutkan alasannya!
من صام رمضان
“Barang siapa berpuasa,’
3. Apakah ucapan di bawah ini kalam? Sebutkan alasannya!
قبة المسجد
“Kubah masjid”
4. Apakah ucapan kalimat atau ucapan “pisang goreng” adalah kalam? Sebutkan alasannya!
5. Apakah ucapan “مثثثقث” adalah kalam? Sebutkan alasannya!

About Ustadz Mizan Ali LC

Saya adalah seorang yang menyukai bahasa arab, di website guruarab.com ini saya akan berbagai banyak artikel mengenai bahasa arab. Selamat Membaca!
error: Content is protected !!